Kabupaten Sijunjung telah mengalami tiga
kali perubahan sejak terbentuk pada tanggal
18 Februari 1949 melalui Surat Keputusan Gubernur Militer Sumatra Barat No. : SK/9/GN/IST dan diperkuat oleh UU No.12
Tahun 1956. Perubahan pertama terjadi ketika
Kota Sawahlunto berubah status menjadi Daerah Tingkat II dengan sebutan
Kotamadya Sawahlunto melalui
UU No. 18 Tahun 1965. Perubahan kedua terjadi ketika adanya kesepakatan perluasan wilayah Kotamadya
Sawahlunto pada tahun 1990 melalui
Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1990 dimana seluruh wilayah Kecamatan
Talawi yang pada awalnya termasuk
wilayah Kabupaten Sijunjung, diserahkan dan dijadikan wilayah Kotamadya
Sawahlunto. Perubahan terakhir
terjadi ketika dilakukannya pembentukan Kabupaten Dharmasraya melalui UU No. 38 Tahun
2003 dimana wilayahnya merupakan 49 persen dari wilayah Kabupaten
Sawahlunto/Sijunjung sehingga luas wilayahnya sekarang
menjadi 3.130,80 Km2.
Posisi astronomis Kabupaten
Sijunjung berada pada 0o 18’ 43” Lintang Selatan (LS) sampai dengan 1o 41’ 46” Lintang Selatan (LS) dan dari 100o 37’ 40”
Bujur Timur (BT) sampai dengan 101o 30’ 52” Bujur Timur (BT). Daerah
ini tidak memiliki
laut dan garis pantai karena berada di punggung Bukit Barisan.
Secara Geografis RSUD Ahmad
Syafii Maarif terletak di wilayah Kecamatan
Sijunjung, dengan batas – batas wilayah
sebagai berikut :
-
Sebelah Utara dengan Kabupaten
Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota
-
Sebelah Selatan dengan Kabupaten Dharmasraya,
-
Sebelah Barat dengan Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kota Sawahlunto.
-
Sebelah Timur dengan Kabupaten Kuantan
Singingi, Provinsi Riau
Wilayah daerah Kabupaten Sijunjung berada di
punggung Bukit Barisan. Daerah ini memiliki
ketinggian yang cukup bervariasi yakni mulai dari 118 meter hingga 1.335 meter di atas permukaan
laut (d.p.l.) dengan topografi berbukit
dan bergelombang.Wilayah perbukitan lebih banyak di sebelah Utara
dan dataran rendah lebih banyak terdapat di bagian Selatan.
Daerah paling tinggi berada di Kecamatan Sumpur Kudus dengan
ketinggian mulai dari 225 m hingga 1.335 m di atas permukaan laut
(d.p.l.) dan daerah paling rendah
berada di Kecamatan Sijunjung dengan ketinggian mulai dari 118 m hingga 934 m di atas permukaan
laut (d.p.l.). Sijunjung
dialiri oleh 8 (delapan) buah sungai dengan panjang sungai mencapai 578 Km.
Kabupaten Sijunjung dilalui oleh jalan lintas
Sumatera sepanjang 106,91 Km yang melalui beberapa
kecamatan (Kamang Baru, Tanjung Gadang,
Sijunjung,IV Nagari dan Kupitan).
Karakteristik iklim Kabupaten Sijunjung
termasuk beriklim tropis.Daerah ini beriklim tipe B
yaitu daerah bayangan hujan (penerima curah hujan lebih kecil) karena berada di lereng timur Bukit Barisan.Perubahan iklim global (global
climate change) kelihatannya juga dirasakan oleh Kabupaten
Sijunjung.Intensitas curah hujan dan rentang
suhu cenderung meningkat.Kondisi ini menunjukkan seringnya terjadi cuaca
ekstrem di mana ketika musim hujan intensitas curah hujan cenderung
tinggi dan ketika musim kemarau
suhu udara juga semakin panas.
Pada tahun 2025 jumlah penduduk
Sijunjung tercatat sebanyak
233.444 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 48.816 KK. Rasio antara penduduk
laki-laki dengan perempuan di Kabupaten Sijunjung adalah
0,97 berbanding 1, hal ini berarti bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan.
Setiap
tahun jumlah penduduk
kabupaten Sijunjung selalu
mengalami peningkatan. Pertumbuhan rata-rata penduduk Kabupaten
Sijunjung tahun 2005-2009
adalah 2,05% per tahun. Sebagian besar masyarakat Kabupaten Sijunjung
berusaha pada lapangan usaha pertanian terutama
tanaman pangan dan perkebunan, jasa-jasa, perdagangan, hotel dan restoran.
Berkaitan dengan pengembangan kehidupan
beragama, jumlah penduduk
beragama Islam sangat dominan dan diikuti oleh penganut agama lainnya
seperti Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Kabupaten Sijunjung telah memiliki Fasilitas kesehatan berupa 2 Rumah sakit, 14 Puskesmas, 46
Puskesmas pembantu, 13 Apotik dan 26 Toko obat. Dengan jumlah penduduk
Kabupaten Sijunjung pada tahun 2025 sebesar 249,79 jiwa, jika dikalkulasikan
per seribu jumlah penduduknya seharusnya Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Sijunjung memiliki 233 Tempat tidur.
Untuk itu pembangunan Fasilitas Kesehatan khususnya
pengembangan dan penambahan sarana prasarana Rumah Sakit sangat penting dilakukan.
Pembangunan kesehatan bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai
investasi bagi pembangunan sumber daya manusia
yang produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya pembangunan kesehatan terdiri dari kegiatan
promotif, preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif.
Fasilitas kesehatan yang berfungsi dalam kegiatan promotif dan preventif adalah puskesmas dan unit-unit yang terdapat di bawahnya.
Sedangkan untuk kegiatan kuratif dan
rehabilitatif pada umumnya tersedia di rumah sakit sebagai sarana layanan kesehatan
rujukan.
Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Syafii Maarif terletak di lintas Sumatera km 110 Tanah Badantung Kabupaten Sijunjung, yang merupakan Jalur lintas Sumatera yang menghubungkan propinsi Sumatera Barat dengan Propinsi
Jambi. Sijunjung merupakan daerah yang berbatasan dengan
Tanah Datar, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kabupaten
Darmasraya, dan Kabupaten Kuantan Sengingi Provinsi Riau. Posisi kabupaten
Sijunjung yang dilintasi
jalur lintas Sumatera
rawan terjadi kecelakaan sehingga saat terjadi kecelakaan, maka pasien membutuhkan
pelayanan intensif bahkan tindakan
pembedahan dalam upaya penyelamatan jiwa dan pencegahan kecacatan korban kecelakaan. Dengan komitmen yang kuat
untuk menyediakan sarana layanan
kesehatan rujukan bagi masyarakat Sijunjung.
RSUD Ahmad Syafii Maarif diupayakan
semaksimal mungkin untuk menjadi
pelayanan kesehatan rujukan
yang dapat memenuhi
kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan
kesehatan yang berkualitas. Untuk menunjang upaya tersebut, pada tahun 2025 RSUD Ahmad Syafii Maarif didukung
dengan Anggaran 2025 sebesar Rp. 58.242.987.800,- yang digunakan untuk membiayai operasional RSUD Sijunjung.
Profil RSUD Ahmad Syafii Maarif ini akan
memberikan gambaran upaya yang telah dilakukan
oleh Rumah Sakit, dan juga menyajikan tentang pencapaian tujuan, sasaran
serta hasil dari program/kegiatan
kerja dan akuntabilitas kinerja yang menggambarkan uraian kegiatan berdasarkan anggaran yang telah dilakukan
oleh Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Syafii Maarif pada tahun 2025.